PERTINA Perluas Jejaring Global melalui Penandatanganan MoU dengan Yong In University dan Chinese Culture University

oleh -12 Dilihat
oleh

Jakarta, Media Rasional – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) kembali menorehkan langkah strategis dalam kancah olahraga internasional. Demi mendongkrak prestasi dan kualitas tinju tanah air, PERTINA secara resmi menjalin kolaborasi global yang tertuang dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama dua institusi akademis ternama Asia Timur. Tim Tinju Yong In University dari Korea Selatan dan Tim Tinju Chinese Culture University dari Taiwan.

Penandatanganan kerja sama tripartit yang bersejarah ini disepakati pada tanggal 16 Juli 2026. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen PERTINA dalam membawa ekosistem tinju Indonesia naik kelas, bergerak melampaui batas-batas konvensional dengan mengawinkan semangat olahraga dan keunggulan akademis.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PERTINA, Dr. Hillary Brigitta Lasut, S.H., LL.M., menegaskan bahwa kemitraan internasional ini merupakan bagian dari visi besar kepengurusannya untuk melakukan modernisasi pembinaan tinju di Indonesia. Menurutnya, untuk bersaing di level tertinggi seperti Olimpiade, Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan bakat alam dan metode latihan konvensional.

“Kerja sama ini adalah lompatan besar bagi tinju Indonesia. Kita menggandeng Yong In University dan Chinese Culture University karena mereka memiliki cetak biru (blueprint) yang teruji dalam mengawinkan prestasi atlet dengan ilmu pengetahuan olahraga (sports science). Kehadiran Prof. Lin Yu-Ting, seorang peraih emas Olimpiade, di dalam ekosistem kerja sama ini akan memberikan suntikan mentalitas juara dan transfer teknologi pelatihan yang sangat mahal nilainya bagi atlet-atlet kita,” ujar Hillary.

Hillary menambahkan, fokus PP PERTINA saat ini adalah membuka akses seluas-luasnya agar ekosistem tinju nasional, mulai dari atlet muda hingga perangkat pertandingan dapat langsung mencicipi standar dunia.

Senada dengan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum II PP PERTINA, Shelly Selowati, yang membidangi pembinaan prestasi dan hubungan luar negeri, menjelaskan bahwa MoU ini akan segera ditindaklanjuti dengan program kerja yang konkret, sehingga tidak sekadar menjadi kesepakatan di atas kertas.

“Kami di PERTINA ingin memastikan adanya keberlanjutan. MoU selama tiga tahun ke depan ini akan langsung diisi dengan agenda pemusatan latihan bersama (joint training camps) secara berkala. Hal yang tidak kalah penting adalah standardisasi perangkat pertandingan kita. Pelatih, wasit, dan hakim kita harus naik kelas melalui program pendidikan serta lokakarya internasional yang diatur dalam perjanjian ini. Kita ingin saat atlet kita berkembang, kualitas pelatih dan wasit lokal kita juga berada di level yang setara dengan standar internasional,” kata Shelly Selowati.

Hadirnya dua universitas besar tersebut membawa angin segar bagi pembinaan tanah air. Yong In University dikenal luas memiliki reputasi tinggi dalam pengembangan olahraga berbasis sains di Korea Selatan. Sementara itu, keterlibatan Chinese Culture University semakin prestisius karena tim tinjunya diperkuat metodologi kepelatihan modern dari Taiwan.

Fokus utama dari kerja sama tripartit ini mencakup komitmen untuk mempromosikan pengembangan tinju internasional, riset bersama, hingga penerapan sports science modern dan analisis performa guna melahirkan atlet yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara taktis.Berdasarkan dokumen kesepakatan, PERTINA akan bertindak sebagai fasilitator utama dalam kerja sama dan program kolaboratif internasional ini di Indonesia.

Prof. Ju Young, KIM mengungkapkan komitmen Yong In University, yang akan menyokong sektor pendidikan dan penelitian, didampingi Chinese Culture University yang berfokus pada pelatihan internasional dan riset akademis.

Langkah berani yang diambil di bawah kepemimpinan Dr. Hillary Brigitta Lasut dan jajaran pengurus PP PERTINA ini mengirimkan pesan kuat kepada dunia: Tinju Indonesia siap bertransformasi. Dengan memperluas jejaring global, memanfaatkan sports science, dan belajar dari peraih medali emas sekelas Olimpiade, jalan menuju podium-podium tertinggi internasional kini terbuka semakin lebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.