Keluarga warga binaan yang terlibat dalam polemik di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Ambon akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak rutan dan masyarakat atas insiden penyerangan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
Permintaan maaf tersebut disampaikan oleh Hasim Tuny, yang mewakili pihak keluarga, melalui sebuah pernyataan video bersama salah satu anggota keluarga warga binaan. Dalam pernyataan tersebut, ia menyampaikan penyesalan atas tindakan massa yang sebelumnya mendatangi dan melakukan penyerangan terhadap Rutan Ambon.
Hasim Tuny menyampaikan bahwa pihak keluarga sangat menyesalkan kejadian tersebut dan berharap situasi yang sempat memanas dapat kembali kondusif. Ia juga menegaskan bahwa keluarga tidak bermaksud memperkeruh keadaan serta berharap semua pihak dapat menyelesaikan persoalan ini secara baik dan damai.
Permintaan maaf dari pihak keluarga ini muncul setelah sebelumnya terjadi insiden penyerangan oleh sekelompok massa ke Rutan Ambon. Dalam peristiwa itu, massa mendatangi rutan dan melakukan pelemparan batu serta merusak sejumlah fasilitas bangunan. Akibat kejadian tersebut beberapa petugas rutan dilaporkan mengalami luka-luka dan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan.
Berdasarkan penjelasan pihak Rutan Ambon sebelumnya, kericuhan tersebut berawal dari insiden antara petugas dengan seorang warga binaan yang diduga melakukan pelanggaran aturan di dalam rutan. Saat hendak diamankan oleh petugas, warga binaan tersebut disebut melakukan perlawanan hingga memukul Kepala Rutan.
Petugas kemudian mengambil tindakan pengamanan terhadap warga binaan tersebut sesuai prosedur yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan. Namun informasi mengenai kejadian tersebut kemudian memicu reaksi dari pihak keluarga dan sejumlah massa yang datang ke rutan untuk meminta penjelasan.
Situasi yang semula hanya berupa kedatangan keluarga kemudian berkembang menjadi aksi penyerangan yang menyebabkan kerusakan fasilitas rutan. Massa juga sempat bergerak menuju Lapas Ambon sebelum akhirnya situasi dapat dikendalikan oleh aparat keamanan.
Melalui pernyataan yang disampaikan, Hasim Tuny berharap kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar ke depan persoalan yang terjadi dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik tanpa harus menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak semua pihak untuk menahan diri serta menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Ambon agar situasi tetap kondusif.
Pihak keluarga berharap komunikasi dengan pihak rutan dapat terus dibangun sehingga setiap persoalan yang berkaitan dengan warga binaan dapat diselesaikan secara transparan dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.









