KNPI Maluku: Kritik Boleh, Tapi Jangan Bangun Opini yang Memecah Belah.

oleh -172 Dilihat
oleh

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku mengimbau seluruh elemen masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di ruang publik, khususnya narasi yang menyudutkan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dengan tudingan bahwa dirinya membenci agama Islam.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Fungsionaris DPD KNPI Maluku, Mustova Namsa, yang menilai bahwa penyebaran narasi semacam itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terlebih jika informasi yang beredar masih bersifat dugaan dan belum memiliki dasar fakta yang jelas. Kamis (12/03/2026).

Menurut Namsa, dalam prinsip komunikasi publik maupun etika bermasyarakat, sesuatu yang masih berada pada tahap dugaan tidak seharusnya dijadikan sebagai kesimpulan final atas suatu peristiwa. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat pernyataan resmi dari Gubernur Maluku yang menunjukkan adanya sikap kebencian terhadap Islam atau dunia Islam.

“Ini sebenarnya siapa yang mempermainkan narasi seperti ini hingga terus beredar, apalagi di bulan suci Ramadhan? Katong ini orang Islam, tetapi menyebarkan informasi yang bersifat adu domba seperti ini tidak pernah diajarkan dalam agama dan tentu tidak dibenarkan,” ujar Namsa.

Ia menambahkan bahwa bulan suci Ramadhan seharusnya menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan, menjaga lisan, serta menghindari penyebaran informasi yang dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, Maluku memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan hidup berdampingan antar umat beragama. Oleh karena itu, berbagai narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat seharusnya tidak terus diproduksi atau disebarkan tanpa dasar yang jelas.

Namsa juga mengingatkan agar kepentingan kelompok tertentu tidak dijadikan alasan untuk menyerang individu atau tokoh publik dengan cara membangun opini yang cenderung mendeskreditkan. Ia menilai bahwa kritik terhadap pejabat publik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi, namun harus tetap dilakukan secara proporsional dan berbasis fakta.

“Jangan hanya karena kepentingan sekelompok orang kemudian menyerang dan mendeskreditkan Pak Gubernur. Kami ini bukan orang dekat gubernur, bahkan beliau mungkin tidak mengenal kami. Namun narasi seperti ini sangat tidak pantas dan berpotensi menciptakan kegaduhan di ruang publik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Namsa mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda di Maluku, untuk lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di era media sosial yang memungkinkan berbagai narasi dengan cepat tersebar tanpa proses verifikasi yang memadai.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat, terlebih dalam momentum Ramadhan yang seharusnya diisi dengan kegiatan positif, memperkuat solidaritas sosial, serta mempererat hubungan antarwarga.

“Jangan sampai bulan yang penuh berkah ini justru dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi yang dapat memecah belah. Mari kita jaga ruang publik tetap sehat, menghormati perbedaan, dan mengedepankan persatuan,” pungkas Namsa.

Tentang Penulis: Admin

Gambar Gravatar
Jurnalis Rasional.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.