Fauzan Rahawarin Dorong PSP Kei Island Road Race Championship 2026 Perkuat Sport Tourism di Kepulauan Kei

oleh -183 Dilihat
oleh

MALUKU TENGGARA – AJANG PSP Kei Island Road Race Championship 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6–8 November 2026 di Sirkuit Nonpermanen Lingkar Kantor Bupati Maluku Tenggara diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan olahraga balap motor sekaligus memperkuat sport tourism di Kepulauan Kei. Kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai NasDem, sekaligus mendorong pertumbuhan dan perputaran ekonomi masyarakat di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Muh. Fauzan Rahawarin, S.H., M.H., selaku Sponsorship Utama event tersebut, mengatakan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan bagian dari agenda kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Namun, karena sejumlah event lain telah berlangsung di Ambon, pelaksanaan kejuaraan di Kepulauan Kei dijadwalkan pada November.

Menurut Fauzan, panitia saat ini berfokus mempersiapkan seluruh kebutuhan teknis di lapangan, termasuk penataan dan kesiapan sirkuit yang bukan merupakan sirkuit permanen.

“Karena ini bukan sirkuit permanen, tentu ada banyak hal yang harus dipersiapkan dengan baik. Kami ingin memastikan seluruh persiapan di lapangan berjalan maksimal agar kejuaraan ini dapat berlangsung dengan lancar,” ujar Fauzan.

Ia menjelaskan, salah satu alasan dirinya mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut adalah keprihatinan terhadap antusiasme olahraga balap motor yang dinilai mulai menurun. Kondisi itu, menurutnya, berpotensi berdampak pada semakin terbatasnya ruang bagi pembalap muda untuk menunjukkan bakat dan mengembangkan kemampuan mereka.

“Beta sendiri berangkat dari latar belakang sebagai pecinta otomotif. Beta melihat olahraga ini membutuhkan ruang kompetisi yang lebih banyak. Kalau event semakin jarang, bagaimana katong bisa menemukan bibit-bibit pembalap baru? Karena itu, beta berharap melalui kejuaraan ini, katong sama-sama membangkitkan kembali antusiasme road race di Maluku,” ungkapnya.

Fauzan menegaskan bahwa kejuaraan ini tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi para pembalap untuk memperoleh pengalaman, mengasah keterampilan, serta membangun mental bertanding secara sportif.

Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan penyelenggaraan kompetisi olahraga di Maluku. Menurutnya, event balap motor lebih sering diselenggarakan di Ambon, sementara kesempatan serupa di kabupaten-kabupaten masih perlu diperbanyak.

“Kompetisi memang lebih banyak berlangsung di Ambon, sementara di kabupaten-kabupaten masih relatif jarang. Karena itu, beta mengajak katong samua untuk meramaikan dan mendukung PSP Kei Island Road Race Championship ini. Katong harus memberikan kesempatan kepada pembalap daerah untuk bertanding, belajar, dan mengembangkan potensi mereka,” katanya.

Antusiasme terhadap kejuaraan ini juga terlihat dari rencana keikutsertaan tim dan pembalap dari berbagai daerah. Selain Ambon, peserta dijadwalkan datang dari Dobo, Namlea, Maluku Tengah, bahkan dari luar Maluku, yakni Sulawesi dan Jawa.

Kehadiran peserta lintas daerah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas persaingan sekaligus memperluas daya tarik event bagi masyarakat dan komunitas otomotif.

“Semakin banyak pembalap yang datang, semakin bagus. Persaingan menjadi lebih menarik dan para pembalap juga bisa belajar dari pengalaman satu sama lain. Yang paling penting, katong membangun kepercayaan antara panitia dan peserta, sehingga semua merasa nyaman, menjunjung sportivitas, dan tidak ada hal-hal yang merugikan jalannya kompetisi,” jelasnya.

Lebih jauh, Fauzan berharap kejuaraan ini dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya melalui pengembangan sport tourism. Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga yang menghadirkan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah dapat membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Kehadiran pembalap, tim, pendamping, dan penonton dari luar Kepulauan Kei berpotensi meningkatkan aktivitas berbagai sektor usaha, mulai dari penginapan, rumah makan, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pergerakan pengunjung tersebut diharapkan turut memperkuat perputaran ekonomi di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata Kepulauan Kei kepada masyarakat yang lebih luas.

“Beta berharap event ini tidak hanya ramai di lintasan balap, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat. Ketika orang datang dari luar daerah, mereka membutuhkan penginapan, makan, transportasi, dan kebutuhan lainnya. Ini menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal. Karena itu, katong ingin olahraga bisa menjadi salah satu cara untuk menggerakkan pariwisata dan perekonomian di Kota Tual maupun Maluku Tenggara,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa selain road race, terdapat sejumlah kegiatan olahraga lain yang turut ia prakarsai sebagai bagian dari upaya memperluas ruang kompetisi dan mendorong aktivitas olahraga di Maluku.

Fauzan juga berharap PSP Kei Island Road Race Championship dapat memperoleh dukungan dan perhatian luas dari masyarakat. Apabila penyelenggaraannya berjalan sukses dan mendapat respons positif, kejuaraan ini berpeluang dikembangkan menjadi agenda tahunan sehingga memberikan kesinambungan bagi pembinaan pembalap dan pengembangan pariwisata olahraga di Kepulauan Kei.

Ia mencontohkan PSP Futsal yang sebelumnya pernah digelar dan kini kembali berjalan sebagai salah satu bentuk keberlanjutan kegiatan olahraga.

“Kalau event ini mendapat atensi publik yang luas dan pelaksanaannya berjalan sukses, tentu kita akan gagas agar menjadi agenda tahunan. Katong tidak bisa hanya membuat kompetisi satu kali, lalu berhenti. Harus ada konsistensi supaya pembalap punya ruang untuk berkembang dan masyarakat juga menantikan event ini setiap tahun,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan PSP Kei Island Road Race Championship 2026, Fauzan berharap tumbuh kembali semangat olahraga otomotif di Kepulauan Kei, terbuka kesempatan yang lebih luas bagi pembalap muda, serta terbangun kolaborasi antara panitia, peserta, komunitas otomotif, pemerintah, dan masyarakat.

“Beta berharap katong samua bisa mengambil bagian untuk menyukseskan event ini. Mari katong ramaikan road race di Kepulauan Kei, jaga sportivitas, dan sama-sama membangun kegiatan olahraga yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi daerah,” tutup Fauzan.

Tentang Penulis: Admin

Gambar Gravatar
Jurnalis Rasional.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.