Penerbangan Batik Air Ambon-Nabire Dibatalkan, Penumpang Keluhkan Minimnya Fasilitas

oleh -26 Dilihat
oleh

AMBON, MALUKU — Puluhan penumpang Batik Air tujuan Nabire, Papua Tengah, terlantar di Bandara Pattimura Ambon setelah penerbangan Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6170 pada Selasa (6/10/2026) dibatalkan.

Pembatalan penerbangan tersebut disebut pihak maskapai berkaitan dengan kondisi asap tebal di Bandara Douw Aturure, Nabire. Namun, keputusan tersebut memicu protes dari para penumpang yang mengaku belum memperoleh kepastian fasilitas akomodasi selama menunggu penerbangan berikutnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, para penumpang baru dijadwalkan kembali terbang dari Ambon menuju Nabire pada Kamis (8/10/2026). Kondisi tersebut membuat sejumlah penumpang harus menunggu selama kurang lebih dua hari di Ambon.

Salah seorang penumpang yang melakukan perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Nabire mengatakan, para penumpang langsung menyampaikan keberatan setelah menerima informasi pembatalan penerbangan.

Menurutnya, persoalan utama bukan hanya pembatalan penerbangan, tetapi juga belum adanya kepastian mengenai fasilitas penginapan dan akomodasi bagi penumpang yang terdampak.

“Kami diinformasikan akan dijadwalkan terbang ke Nabire pada Kamis. Tetapi dari maskapai tidak memberikan fasilitas penginapan dan lainnya kepada para penumpang,” ujar salah seorang penumpang.

Para penumpang berharap Batik Air memberikan tanggung jawab terhadap mereka yang terdampak pembatalan, khususnya fasilitas penginapan selama menunggu jadwal penerbangan berikutnya.

Sejumlah penumpang bahkan mengaku masih berada di ruang tunggu bandara karena belum mendapatkan kepastian mengenai tempat beristirahat selama masa penundaan.

Keluhkan Pembatalan Berulang

Keluhan serupa juga disampaikan penumpang yang sebelumnya mengalami pembatalan penerbangan pada Sabtu (3/10/2026).

Salah seorang penumpang mengaku telah berada di Bandara Ambon untuk melakukan check-in ketika mendapat informasi bahwa penerbangan menuju Nabire pada hari tersebut tidak tersedia.

Ia mempertanyakan alasan penjualan tiket apabila penerbangan pada tanggal tersebut ternyata tidak dapat dilakukan.

Pada pembatalan sebelumnya, penumpang mengaku memperoleh fasilitas penginapan untuk menunggu jadwal penerbangan berikutnya. Namun, pada pembatalan Selasa (6/10/2026), ia mengatakan tidak lagi mendapatkan fasilitas serupa.

“Kami masih harus menunggu hari Kamis untuk terbang ke Nabire, tetapi dari maskapai tidak memberikan kompensasi penginapan,” katanya.

Para penumpang juga mengaku telah meminta difasilitasi untuk bertemu dengan pihak pengelola Bandara Ambon guna menyampaikan keluhan mereka. Namun, menurut penuturan penumpang, permintaan tersebut belum terealisasi.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Batik Air mengenai keluhan penumpang terkait fasilitas akomodasi dan penanganan pembatalan penerbangan tersebut.

Pembatalan penerbangan ini kembali menyoroti pentingnya kepastian pelayanan dan perlindungan terhadap penumpang ketika terjadi gangguan operasional penerbangan, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju wilayah dengan konektivitas penerbangan terbatas seperti Nabire.

Tentang Penulis: Admin

Gambar Gravatar
Jurnalis Rasional.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.