New York – Penunjukan wasit asal Slovenia, Slavko Vinčić, sebagai pengadil laga puncak Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina kembali menghidupkan perbincangan mengenai sebuah insiden yang pernah menyeret namanya enam tahun silam. Meski kini dipercaya memimpin pertandingan terbesar di sepak bola dunia, jejak peristiwa pada 2020 masih menjadi bahan perdebatan di media sosial dan sejumlah media internasional.
Pada Mei 2020, Vinčić sempat diamankan aparat kepolisian Bosnia dan Herzegovina saat penggerebekan sebuah lokasi yang tengah diselidiki atas dugaan praktik prostitusi, peredaran narkotika, serta kepemilikan senjata ilegal. Dalam operasi tersebut, polisi menyita narkotika jenis kokain, sejumlah senjata api, uang tunai, dan mengamankan puluhan orang yang berada di lokasi.
Nama Vinčić ikut tercatat sebagai salah satu orang yang berada di tempat kejadian. Namun, setelah menjalani pemeriksaan, wasit berusia 46 tahun itu dibebaskan tanpa dakwaan. Hingga proses penyelidikan berakhir, pihak berwenang tidak pernah menetapkannya sebagai tersangka maupun mengaitkannya dengan jaringan kriminal yang menjadi target operasi. Statusnya hanya sebagai saksi yang dimintai keterangan.
Dalam keterangannya kepada media, Vinčić mengaku hadir karena memenuhi undangan makan siang saat melakukan perjalanan bisnis di Bosnia. Ia menyatakan sama sekali tidak mengetahui bahwa lokasi tersebut berkaitan dengan aktivitas ilegal. Sang pengadil bahkan menyebut kejadian itu sebagai “kesalahan terbesar” dalam hidupnya karena berada di tempat yang salah pada waktu yang salah.
Meski sempat diterpa kontroversi, perjalanan karier Vinčić tidak terhenti. UEFA dan FIFA tetap menaruh kepercayaan kepadanya untuk memimpin berbagai pertandingan elite, mulai dari final Liga Europa, final Liga Champions UEFA 2024, hingga akhirnya dipercaya memimpin partai final Piala Dunia 2026. Penunjukan tersebut dipandang sebagai bentuk pengakuan atas kualitas, konsistensi, dan integritas profesionalnya di lapangan, terlepas dari insiden yang tidak pernah berujung pada proses hukum terhadap dirinya.
Seiring penunjukannya sebagai wasit final antara Spanyol dan Argentina, berbagai unggahan lama mengenai penggerebekan tahun 2020 kembali beredar di media sosial. Namun, sejumlah media internasional menegaskan bahwa narasi yang menyebut Vinčić “terlibat” dalam kasus prostitusi dan narkoba tidak sesuai dengan fakta hukum. Otoritas Bosnia tidak pernah menemukan bukti keterlibatan dirinya dalam tindak pidana yang sedang diselidiki, sehingga ia tidak pernah didakwa maupun diadili dalam perkara tersebut.
Kini, di tengah sorotan miliaran pasang mata yang akan menyaksikan final Piala Dunia 2026, Slavko Vinčić memikul tanggung jawab besar untuk memastikan laga berlangsung adil. Di balik reputasinya sebagai salah satu wasit elite dunia, bayang-bayang kontroversi masa lalu masih menjadi bagian dari kisah perjalanan kariernya—sebuah kisah yang secara hukum telah berakhir tanpa vonis bersalah, namun tetap menjadi catatan yang tak pernah sepenuhnya hilang dari ingatan publik.








