Kemendiktisaintek Dorong Penguatan PPKPT, STKIP Persada Evav Tual Libatkan Psikolog dan Mahasiswa dalam Simulasi Pencegahan Kekerasan

oleh -12 Dilihat
oleh

TUAL – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persada Evav Tual terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) yang bekerja sama dengan Psikolog Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, bertempat di Aula STKIP Persada Evav Tual, Senin (13/10/2025).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam memperkuat sistem pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi. Workshop juga menjadi langkah strategis STKIP Persada Evav Tual dalam membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, penghormatan terhadap hak setiap individu, serta menciptakan ruang belajar yang inklusif dan berintegritas.

Hadir sebagai narasumber, Grace Latuheru, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang juga merupakan Founder Ashera Ambon. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kesehatan mental merupakan fondasi penting dalam menunjang keberhasilan proses pendidikan. Menurutnya, mahasiswa yang memiliki kondisi psikologis yang sehat akan lebih percaya diri, mampu berkomunikasi secara efektif, serta berani menyampaikan pendapat maupun melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan di lingkungan kampus.

“Kampus harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh civitas akademika. Pencegahan kekerasan bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi, tetapi juga seluruh warga kampus melalui keberanian untuk peduli, saling melindungi, dan membangun budaya saling menghormati,” ungkap Grace Latuheru.

Workshop tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga dikemas secara interaktif melalui diskusi kelompok, simulasi kasus, serta praktik penanganan situasi yang berpotensi mengarah pada kekerasan seksual maupun bentuk kekerasan lainnya di lingkungan perguruan tinggi. Para peserta diajak memahami mekanisme pelaporan, perlindungan korban, serta langkah-langkah pendampingan yang sesuai dengan prinsip keadilan, kerahasiaan, dan pemulihan korban.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap sesi simulasi dengan memainkan berbagai peran, mulai dari korban, saksi, pelaku, hingga pendamping. Melalui metode tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam memahami dampak psikologis yang dialami korban. Gelak tawa, suasana haru, hingga ekspresi emosional yang muncul selama simulasi menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk menumbuhkan empati, kepedulian, serta keberanian dalam mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan kampus.

Pihak STKIP Persada Evav Tual berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tataran sosialisasi semata, tetapi menjadi langkah nyata dalam memperkuat kelembagaan PPKPT, meningkatkan kesadaran seluruh sivitas akademika, serta membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang efektif, profesional, dan berkelanjutan.

Melalui workshop tersebut, STKIP Persada Evav Tual menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan perguruan tinggi yang aman, sehat, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, sehingga proses pendidikan dapat berlangsung secara bermartabat dan berkualitas bagi seluruh mahasiswa maupun tenaga pendidik.

Tentang Penulis: Admin

Gambar Gravatar
Jurnalis Rasional.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.