Perayaan Kemenangan Berujung Kontroversi, Inggris Desak FIFA Bertindak

oleh -42 Dilihat
oleh

Atlanta – Kemenangan dramatis Argentina atas Inggris pada semifinal Piala Dunia FIFA 2026 bukan hanya memastikan langkah Albiceleste ke partai final, tetapi juga memantik kontroversi politik yang kini menjadi perhatian dunia sepak bola.

Sesaat setelah peluit panjang berbunyi dan Argentina memastikan kemenangan 2-1 atas Inggris di Atlanta Stadium, beberapa pemain Argentina, termasuk Lisandro Martínez, Giovani Lo Celso hingga Lionel Messi, membentangkan sebuah spanduk bertuliskan “Las Malvinas Son Argentinas” atau “Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina.” Kamis. (16/07/2026).

Tulisan tersebut merujuk pada Islas Malvinas, nama yang digunakan Argentina untuk menyebut Falkland Islands, wilayah yang hingga kini masih menjadi sengketa kedaulatan dengan Britania Raya sejak pecahnya Perang Falkland pada 1982.

Aksi itu langsung menuai reaksi keras dari Inggris. Pemerintah Inggris menilai pesan tersebut membawa isu politik ke dalam ajang olahraga yang seharusnya netral. Menteri Peter Kyle bahkan mendesak FIFA untuk segera menyelidiki insiden tersebut dan menegakkan aturan yang melarang pesan politik dalam pertandingan resmi.

Sorotan kemudian tertuju kepada FIFA. Berdasarkan Stadium Code of Conduct dan sejumlah regulasi turnamen, organisasi sepak bola dunia itu memang melarang penggunaan pesan yang bersifat politik, ideologis, maupun diskriminatif dalam seluruh rangkaian penyelenggaraan Piala Dunia. Karena itu, tindakan para pemain Argentina dinilai berpotensi menjadi objek penyelidikan disipliner.

Meski demikian, hingga berita ini ditulis FIFA belum mengeluarkan keputusan resmi terkait kemungkinan sanksi terhadap Argentina. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa jika terbukti melanggar regulasi, bentuk hukuman yang paling mungkin dijatuhkan adalah denda atau sanksi administratif, bukan pembatalan hasil pertandingan maupun diskualifikasi dari final.

Kontroversi ini seolah menghidupkan kembali salah satu rivalitas paling emosional dalam sejarah olahraga. Empat puluh tahun silam, Inggris dan Argentina juga bertemu di perempat final Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, hanya empat tahun setelah Perang Falkland. Saat itu, Diego Maradona mencetak dua gol legendaris—“Hand of God” dan “Goal of the Century”—yang mengantarkan Argentina menang 2-1 dan akhirnya meraih gelar juara dunia.

Kini, sejarah seakan kembali berulang. Argentina kembali menyingkirkan Inggris di panggung Piala Dunia. Bedanya, kali ini kontroversi bukan terjadi karena keputusan wasit, melainkan karena sebuah spanduk yang membawa sengketa wilayah ke tengah perayaan kemenangan.

Di tengah euforia lolos ke final, Argentina kini tidak hanya menunggu lawan berikutnya, tetapi juga menanti sikap resmi FIFA. Apakah insiden tersebut hanya akan berakhir sebagai kontroversi sesaat, atau berlanjut menjadi proses disipliner, masih menjadi tanda tanya yang menunggu jawaban dari otoritas sepak bola dunia.

Tentang Penulis: Admin

Gambar Gravatar
Jurnalis Rasional.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.