Efisiensi Anggaran Bukan Penghambat: Pemkab Maluku Tengah Perkuat Penataan Kota dan Pelayanan Publik

oleh -573 Dilihat
oleh

Di tengah kebijakan pengetatan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pelayanan publik. Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata, melakukan peninjauan lapangan di sejumlah titik strategis Kota Masohi guna memastikan efektivitas operasional pelayanan masyarakat tetap terjaga, Selasa (6/1/2026).

Transformasi Kinerja Melalui Kerja Nyata

Langkah taktis ini dilakukan segera setelah apel perdana tahun kerja 2026 yang dipimpin oleh Bupati Zulkarnain Awat Amir. Kehadiran Wakil Bupati di lapangan, yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Hengky Tomasoa serta pimpinan OPD terkait, menjadi sinyalemen transisi dari ranah administratif menuju implementasi kebijakan yang konkret.

“Efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan. Sebaliknya, ini adalah momentum bagi pemerintah untuk membuktikan kehadiran dan kinerja nyata di tengah keterbatasan,” tegas Lawalata saat memberikan keterangan kepada media.

Restorasi Wajah Kota Masohi

Fokus utama dalam peninjauan tersebut adalah standarisasi kebersihan dan penataan ruang Kota Masohi. Pemerintah daerah memandang bahwa estetika dan kebersihan ibu kota merupakan indikator fundamental dari kualitas pelayanan publik secara menyeluruh.

Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, Lawalata mengakui masih terdapat ruang perbaikan yang signifikan untuk mewujudkan Masohi sebagai kota yang bersih, rapi, dan nyaman. Langkah ini merupakan bagian integral dari visi strategis “Maluku Tengah Bangkit” yang mengedepankan pengelolaan lingkungan sebagai fondasi pelayanan.

Solusi Strategis Pengelolaan Sampah Regional

Persoalan persampahan di luar pusat kota, khususnya di Kecamatan Salahutu, juga menjadi poin krusial. Lawalata mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih menerapkan strategi koordinasi lintas daerah dengan Pemerintah Kota Ambon sebagai solusi transisi dalam pengangkutan sampah di wilayah tersebut.

Sebagai langkah antisipatif dan jangka panjang, Pemkab Maluku Tengah tengah merancang sistem pengelolaan mandiri yang lebih terstruktur. Rencana penyediaan kontainer sampah di setiap desa akan menjadi prioritas guna menjamin kepastian lokasi pembuangan dan keteraturan distribusi sampah masyarakat.

Inovasi di Tengah Keterbatasan

Mengakhiri peninjauan tersebut, Wakil Bupati menekankan bahwa keterbatasan anggaran justru harus menjadi pemicu lahirnya inovasi dan terobosan kreatif dalam tata kelola pemerintahan.

“Dengan efisiensi, kita dituntut untuk berpikir lebih tajam dan inovatif. Ini adalah cara kami untuk terus bergerak maju dan membuktikan bahwa Maluku Tengah benar-benar mampu bangkit melalui kerja nyata yang terukur,” pungkasnya.

Tentang Penulis: Admin

Gambar Gravatar
Jurnalis Rasional.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.