MEDIARASIONAL.COM, MANADO – Beredarnya surat pemberitahuan aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 1 April 2026 di Kantor Gubernur dan DPRD Sulawesi Utara mendapat respons tegas dari Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Sulawesi Utara, Jerry Ch. Sanger.
Menyikapi rencana aksi yang mengatasnamakan elemen organisasi masyarakat tersebut, Jerry secara terbuka menyatakan bahwa ormas yang dipimpinnya tidak terlibat dan tidak membenarkan anggotanya untuk turun ke jalan melakukan demonstrasi dalam momentum tersebut.
Jerry menegaskan bahwa kepengurusan LMP di bawah kepemimpinannya adalah entitas yang sah secara hukum dan terdaftar secara resmi di instansi terkait.
“Saya selaku Ketua Laskar Merah Putih Mada Sulut, yang berbadan hukum sah dari Kemenkumham RI SKTBH dan terdaftar di Kesbangpol Sulut, tidak pernah menyerukan kepada anggota saya untuk melakukan aksi demo. Sudah bisa dipastikan itu kubu sebelah LMP (YW) ,” ujar Jerry dengan tegas.
Pernyataan ini dikeluarkan untuk mengklarifikasi posisi LMP Mada Sulut agar masyarakat dan pihak keamanan tidak salah persepsi mengenai keterlibatan organisasi dalam aksi massa yang diperkirakan akan melibatkan sekitar 1.000 orang tersebut.
Lebih lanjut, Jerry menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah, terutama saat warga Sulawesi Utara tengah bersiap menyambut hari raya Paskah. Menurutnya, penyampaian aspirasi terkait kebijakan publik seharusnya dilakukan melalui jalur komunikasi yang lebih elegan dan solutif.
“Seharusnya kita bisa mengajukan permintaan untuk berdialog dengan pemerintah sebelum kita benar-benar turun ke jalan. Sulawesi Utara menjelang Paskah harus kita jaga dengan aman,” tuturnya.
Ia pun menyatakan keyakinannya bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, di bawah kepemimpinan Gubernur, selalu membuka ruang bagi ormas untuk memberikan masukan.
“Saya yakin Gubernur Sulut terbuka untuk berdiskusi dan berdialog guna mempertimbangkan setiap aspirasi teman-teman ormas soal kebijakan publik. Prinsip saya sebagai Ketua LMP Mada Sulut adalah berjuang untuk kepentingan masyarakat dan mendukung pemerintah dengan bersinergi bersama Forkopimda. Kalau bisa diskusi, kenapa harus demo?” tambahnya.
Penolakan untuk turun ke jalan ini merupakan bentuk komitmen LMP Mada Sulut dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban umum. Jerry mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan cara-cara yang persuasif dalam mengawal pembangunan di Sulawesi Utara.
Berdasarkan surat pemberitahuan yang beredar (Nomor: 01/Aksi-Sulut/1/4-2026), aksi tersebut direncanakan akan bertitik kumpul di Patung Wolter Monginsidi dan Pierre Tendean sebelum bergerak menuju kantor pemerintahan.
Namun, dengan pernyataan sikap ini, Jerry Sanger memastikan bahwa barisan Laskar Merah Putih di bawah komandonya tetap konsisten mendukung kondusivitas daerah melalui jalur kemitraan dan dialog.









