MC Gunakan Bahasa Kei dalam Sertijab Gubernur Maluku

oleh -2904 Dilihat
oleh

Sebuah momen bersejarah terjadi dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Maluku yang digelar dalam rangka pidato perdana Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dan Wakil Gubernur, Abdullah Vanath. Acara ini didahului dengan serah terima jabatan Gubernur Maluku dari pejabat sebelumnya. Salah satu hal yang menarik perhatian dalam acara tersebut adalah penggunaan bahasa Kei oleh Master of Ceremony (MC) selama prosesi berlangsung.

Penggunaan bahasa Kei dalam acara resmi pemerintahan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, terutama masyarakat Kei yang merasa budaya mereka semakin diakui dan dihormati. Dalam sambutannya, MC menyampaikan sejumlah pengantar dan pengumuman dalam bahasa Kei, mencerminkan keberagaman budaya yang kaya di Maluku.

“Ini adalah langkah yang sangat baik untuk melestarikan bahasa daerah di tengah arus modernisasi. Bahasa Kei memiliki sejarah panjang dan mencerminkan identitas masyarakat Maluku, khususnya yang berasal dari Kepulauan Kei,” ujar salah satu tokoh adat yang hadir dalam acara tersebut.

Dalam pidato perdananya, Gubernur Maluku yang baru dilantik, Hendrik Lewerissa, menekankan pentingnya menjaga persatuan Maluku. Ia berkomitmen untuk memperkuat persatuan dan kesejahteraan masyarakat Maluku melalui kebijakan yang inklusif.

Acara rapat paripurna ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, anggota DPRD, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Selain penggunaan bahasa Kei, prosesi juga dimeriahkan dengan penampilan tarian adat Maluku yang semakin memperkuat nuansa budaya dalam acara tersebut.

Langkah penggunaan bahasa Kei ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi acara-acara resmi lainnya untuk lebih mengakomodasi bahasa dan budaya lokal, sehingga identitas kedaerahan semakin kuat di tingkat pemerintahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.