UEFA Siapkan Penantang Infantino, Presiden PSG Masuk Bursa Calon Presiden FIFA Tahun 2027

oleh -6 Dilihat
oleh

Zurich – Dinamika politik sepak bola dunia kembali memanas. Di tengah gelombang kritik terhadap kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino, sejumlah federasi anggota UEFA dikabarkan mulai membangun komunikasi untuk mengusung calon alternatif pada pemilihan Presiden FIFA mendatang. Salah satu nama yang paling santer disebut adalah Presiden Paris Saint-Germain (PSG), Nasser Al-Khelaifi. Kamis, (16/07/2026).

Laporan sejumlah media Eropa menyebutkan bahwa dukungan terhadap calon penantang Infantino terus menguat, terutama setelah berbagai kontroversi yang mewarnai penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Beberapa federasi anggota UEFA, termasuk dari Belgia dan Polandia, dikabarkan memandang Al-Khelaifi sebagai figur yang memiliki pengalaman, pengaruh internasional, serta jejaring kuat di dunia sepak bola untuk memimpin FIFA pada periode berikutnya.

Nama Nasser Al-Khelaifi dinilai bukan tanpa alasan. Selain menjabat Presiden PSG, pria asal Qatar tersebut merupakan anggota Komite Eksekutif UEFA serta Ketua European Club Association (ECA). Dalam beberapa tahun terakhir, pengaruhnya di sepak bola Eropa terus meningkat, terutama setelah menjadi salah satu tokoh penting yang menolak proyek European Super League dan memperkuat hubungan antara klub-klub elite dengan UEFA.

Meski demikian, hingga kini belum ada pencalonan resmi. Sejumlah laporan menyebut Al-Khelaifi justru belum menunjukkan ambisi untuk maju sebagai Presiden FIFA. Bahkan, federasi-federasi Eropa yang menginginkan perubahan kepemimpinan disebut masih harus meyakinkannya agar bersedia menjadi kandidat pada pemilihan mendatang.

Di sisi lain, Gianni Infantino tetap menyatakan kesiapannya mencalonkan diri untuk masa jabatan berikutnya. Namun, posisinya kini berada di bawah sorotan setelah serangkaian kontroversi sepanjang Piala Dunia 2026, mulai dari keputusan disipliner FIFA dalam kasus penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun, hingga kritik mengenai tata kelola organisasi dan konsistensi penerapan regulasi turnamen. Berbagai polemik tersebut memicu meningkatnya tekanan dari sejumlah kalangan di Eropa terhadap kepemimpinan FIFA.

Walaupun demikian, belum ada keputusan resmi dari UEFA yang mengusung satu nama sebagai calon Presiden FIFA. Pembahasan yang berkembang saat ini masih berada pada tahap komunikasi dan penjajakan di antara sejumlah federasi anggota UEFA untuk mencari figur yang dinilai mampu menantang Infantino dalam pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada Kongres FIFA di Rabat, Maroko, dengan batas pencalonan pada November mendatang.

Apabila pada akhirnya bersedia maju, Nasser Al-Khelaifi diperkirakan akan menjadi salah satu penantang terkuat Gianni Infantino. Namun hingga saat ini, semua pembahasan tersebut masih bersifat informal dan belum berubah menjadi pencalonan resmi. Yang pasti, meningkatnya pembicaraan mengenai sosok pengganti menunjukkan bahwa dinamika politik di tubuh sepak bola dunia tengah memasuki babak baru, seiring menguatnya tuntutan akan tata kelola FIFA yang lebih transparan, independen, dan dipercaya oleh seluruh konfederasi.

Tentang Penulis: Admin

Gambar Gravatar
Jurnalis Rasional.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.