Lawan Hoaks, Rawat Wajah Maluku di Ruang Digital: Pesan Fauzan Rahawarin untuk Generasi Muda.

oleh -68 Dilihat
oleh

AMBON — Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui perjuangan di masa lalu, tetapi juga melalui kemampuan generasi muda menjaga ruang publik dari informasi palsu dan provokasi. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan bertajuk “Refleksi Kemerdekaan: Pemuda Maluku Melawan Hoaks, Merawat Ekosistem Digital yang Sehat” yang digelar di Kantor DPD RI Provinsi Maluku, Lateri, Ambon. (13/08/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan kepada generasi muda Maluku untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun ekosistem digital yang sehat, produktif, dan bertanggung jawab.

Kegiatan itu turut mengundang sejumlah unsur penting di daerah, di antaranya Gubernur Maluku, Kepala Kantor DPD RI Provinsi Maluku, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Fauzan Rahawarin, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan daerah berjalan dengan baik.

Rahawarin secara khusus menyoroti peran pemuda dalam mengawal pembangunan sekaligus melakukan pengawasan terhadap berbagai kebijakan daerah, termasuk yang berkaitan dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2019.

Menurutnya, pemuda tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi di tengah derasnya perkembangan teknologi digital. Sebaliknya, generasi muda harus mampu menjadi bagian dari ekosistem yang memproduksi dan menyebarluaskan informasi yang positif, edukatif, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Ia mengingatkan agar pemuda Maluku tidak justru ikut memproduksi maupun menyebarkan informasi yang berpotensi memicu kericuhan di tengah masyarakat.

“Supaya orang melihat wajah Maluku selalu menjadi baik dan tidak di-frame seakan-akan kita orang Maluku tidak berpendidikan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya membangun citra Maluku melalui narasi-narasi positif yang lahir dari masyarakatnya sendiri. Di tengah era media sosial, setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang disebarluaskan dapat membentuk persepsi publik terhadap suatu daerah.

Rahawarin juga menekankan bahwa perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar. Menurutnya, perubahan dapat dibangun secara bertahap melalui konsistensi dan tindakan kecil yang dilakukan secara bersama-sama.

“Kalau dimulai sedikit demi sedikit maka lahirlah sesuatu yang besar,” katanya.

Lebih jauh, ia mengaitkan perkembangan teknologi informasi dengan perubahan cara masyarakat membangun pengaruh di ruang publik. Ia mengutip sebuah peribahasa yang menggambarkan bahwa pihak yang memenangkan pertarungan akan memiliki ruang lebih besar dalam menentukan bagaimana sejarah dituliskan.

Dalam konteks kekinian, ia kemudian menghubungkan gagasan tersebut dengan kekuatan media dan berbagai platform digital.

“Siapa yang hari ini mampu menggaungkan media dan platform digital dengan baik, maka dialah pemenangnya,” tambahnya.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah semakin besarnya pengaruh media sosial dalam membentuk opini publik. Ruang digital kini tidak hanya menjadi tempat berbagi informasi, tetapi juga menjadi arena pembentukan persepsi, citra daerah, bahkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan sosial dan pemerintahan.

Karena itu, melalui refleksi kemerdekaan tersebut, pemuda Maluku didorong untuk tidak menyerahkan ruang digital kepada informasi yang tidak bertanggung jawab. Melawan hoaks bukan hanya soal membantah informasi palsu, tetapi juga tentang membangun kebiasaan memeriksa informasi, memproduksi konten yang sehat, serta menggunakan teknologi untuk memperkuat persatuan dan citra positif Maluku.

Kegiatan “Refleksi Kemerdekaan: Pemuda Maluku Melawan Hoaks, Merawat Ekosistem Digital yang Sehat” diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran generasi muda bahwa perjuangan di era kemerdekaan tidak berhenti pada sejarah, tetapi berlanjut dalam bentuk baru—termasuk perjuangan menjaga kebenaran, etika, dan kualitas informasi di ruang digital.

Tentang Penulis: Admin

Gambar Gravatar
Jurnalis Rasional.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.