Rusia dan Iran Kecam Serangan Militer AS terhadap Venezuela, yang berujung Penangkapan Presiden.

oleh -136 Dilihat
oleh

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam keras apa yang disebutnya sebagai “aksi agresi bersenjata terhadap Venezuela” yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat. Moskow menilai seluruh dalih yang digunakan untuk membenarkan tindakan tersebut sebagai tidak dapat diterima dan bertentangan dengan hukum internasional.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip CNN, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan solidaritasnya kepada rakyat Venezuela serta menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Bolivarian dalam upaya melindungi kepentingan nasional dan kedaulatan negara. Rusia juga menekankan bahwa kawasan Amerika Latin seharusnya tetap menjadi “zona perdamaian”.

“Dalam situasi saat ini, prioritas utama adalah mencegah eskalasi lebih lanjut dan memfokuskan upaya pada pencarian solusi melalui dialog,” demikian pernyataan tersebut. Rusia menegaskan bahwa Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan masa depannya sendiri tanpa campur tangan eksternal, terlebih intervensi militer.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyatakan Kedutaan Besar Rusia di Caracas tetap beroperasi seperti biasa dan hingga saat ini tidak terdapat laporan mengenai warga negara Rusia yang terdampak oleh situasi tersebut.

Kecaman serupa disampaikan oleh Iran, sekutu utama Venezuela. Kementerian Luar Negeri Iran menilai dugaan serangan militer Amerika Serikat tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Venezuela serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam pernyataan yang dilansir Press TV, Iran menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap perdamaian dan keamanan regional maupun internasional, dengan dampak yang berpotensi memengaruhi stabilitas sistem internasional secara luas.

Sementara itu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menyatakan pemerintah belum memperoleh informasi mengenai keberadaan Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa AS telah melancarkan “serangan skala besar terhadap Venezuela” dan mengklaim bahwa Presiden Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan dikeluarkan dari negara tersebut.

“Kami menuntut bukti segera dari pemerintah Presiden Donald Trump terkait keselamatan Presiden Maduro dan Ibu Negara,” ujar Rodríguez dalam pernyataan audio yang disiarkan oleh televisi pemerintah Venezuela, VTV.

Rodríguez juga menyebut bahwa serangan yang diklaim dilakukan Amerika Serikat telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa, termasuk pejabat pemerintah, personel militer, dan warga sipil di berbagai wilayah Venezuela.

Menanggapi situasi tersebut, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López mengumumkan pengerahan segera seluruh kekuatan militer nasional. Dalam pidato video, Padrino López menyerukan persatuan nasional untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai “agresi terburuk” terhadap Venezuela, seraya menegaskan bahwa seluruh angkatan bersenjata dikerahkan berdasarkan perintah Presiden Maduro.

“Mereka telah menyerang kita, tetapi mereka tidak akan menundukkan kita,” tegas Padrino López.

Tentang Penulis: Admin

Gambar Gravatar
Jurnalis Rasional.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.