Klaim Trump Soal Serangan AS ke Venezuela Picu Reaksi Keras Internasional

oleh -128 Dilihat
oleh

Venezuela dilaporkan mengalami situasi darurat keamanan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim militer AS melancarkan serangan besar-besaran ke negara Amerika Latin tersebut. Trump bahkan menyatakan Presiden Venezuela Nicolás Maduro telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negaranya.

Klaim tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat. Dalam unggahannya, Trump menyebut operasi militer AS berjalan sukses dan secara langsung menargetkan pucuk pimpinan Venezuela.

“Amerika Serikat telah berhasil melaksanakan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolás Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut,” tulis Trump.

Pada hari yang sama, ledakan dilaporkan mengguncang ibu kota Caracas serta sejumlah wilayah lain di Venezuela. Kepulan asap terlihat membubung di beberapa titik, sementara helikopter dilaporkan terbang rendah di atas kawasan terdampak. Situasi tersebut memicu kepanikan warga dan meningkatnya ketegangan keamanan di berbagai wilayah.

Perkembangan ini segera memicu reaksi dari sejumlah pemimpin dunia dan lembaga internasional. Berikut tanggapan para pemangku kepentingan global, sebagaimana dihimpun dari laporan Al Jazeera.

Kolombia

Presiden Kolombia Gustavo Petro menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi tersebut. Dalam pernyataannya di platform X, Petro memperingatkan komunitas internasional bahwa Venezuela telah diserang.

Ia menegaskan bahwa Kolombia menjunjung tinggi perdamaian, penghormatan terhadap hukum internasional, serta perlindungan kehidupan dan martabat manusia di atas segala bentuk konfrontasi bersenjata. Petro juga menyatakan penolakan terhadap agresi terhadap kedaulatan Venezuela dan Amerika Latin, serta mengumumkan pengerahan pasukan militer Kolombia ke wilayah perbatasan Venezuela sebagai langkah antisipatif.

Kuba

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengecam keras tindakan Amerika Serikat, yang ia sebut sebagai “serangan kriminal” dan bentuk “terorisme negara”. Melalui unggahan di X, Díaz-Canel menyatakan bahwa apa yang disebutnya sebagai “zona perdamaian” di kawasan Amerika Latin sedang diserang secara brutal.

Pemerintah Kuba, melalui pernyataan yang disebarkan oleh perwakilan diplomatiknya di berbagai negara, secara resmi mengecam serangan militer AS terhadap Venezuela dan mendesak respons segera dari komunitas internasional.

Rusia

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan keprihatinan serius dan mengutuk apa yang disebutnya sebagai “tindakan agresi bersenjata” terhadap Venezuela. Moskow menegaskan pentingnya mencegah eskalasi lebih lanjut dan menyerukan penyelesaian melalui dialog.

Rusia juga menekankan bahwa Venezuela memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tangan militer dari pihak luar, serta menyatakan solidaritasnya kepada rakyat Venezuela dan dukungan terhadap kedaulatan negara tersebut.

Amerika Serikat

Dari dalam negeri AS, Senator Republik Mike Lee menyampaikan bahwa pemerintahan Trump meyakini tidak akan ada tindakan militer lanjutan di Venezuela setelah penangkapan Nicolás Maduro. Pernyataan tersebut disampaikan Lee melalui X usai komunikasi yang disebutnya dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Lee menambahkan bahwa Maduro diperkirakan akan menghadapi tuntutan pidana di Amerika Serikat.

Uni Eropa

Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, menyatakan bahwa Uni Eropa tengah memantau perkembangan situasi di Venezuela secara cermat. Ia mengonfirmasi telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri AS serta perwakilan Uni Eropa di Caracas.

Kallas menegaskan bahwa Uni Eropa tetap berpegang pada prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia juga menyerukan pengekangan semua pihak serta menekankan bahwa keselamatan warga negara Uni Eropa di Venezuela menjadi prioritas utama.

Spanyol

Pemerintah Spanyol menyerukan de-eskalasi dan penghormatan terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Spanyol menyatakan kesiapan Madrid untuk berperan sebagai mediator dalam upaya menemukan solusi damai atas krisis Venezuela.

Italia

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan bahwa pemerintahannya memantau situasi di Venezuela dengan saksama, terutama terkait keselamatan warga negara Italia yang berada di negara tersebut. Meloni menyebutkan bahwa ia terus berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani. Sekitar 160.000 warga negara Italia dilaporkan tinggal di Venezuela, sebagian besar memiliki kewarganegaraan ganda.

Tentang Penulis: Admin

Gambar Gravatar
Jurnalis Rasional.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.