KNPI MEMINTA GUBERNUR MALUKU KLARIFIKASI ISU SEPARATIS TERHADAP DIRINYA DAN KRIMINALISASI AKTIVIS

oleh -450 Dilihat
oleh

Polemik mengenai Hendrik Lewerissa yang di klaim beberapa pihak sebagai bagian dari pada Republik Maluku Selatan (RMS) hingga kini kian di perbincangkan—pasalnya orang yang kini menjabat selaku Gubernur Maluku tersebut, beberapa foto-fotonya sewaktu muda tersebar diduga bersama kelompok Separatis itu.

Sadam Bugis yang sejak pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024 lalu terus melontarkan kritik atas orang yang pernah menjabat sebagai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) itu beberapa kali, namun tak di respon lebih oleh Hendrik Lewerissa cs. (27/06/2025).

Mustova Namsa, Fungsionaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku—menjelaskan hal tersebut tak usah di besar-besarkan, oleh pihak yang mempermasalahkan Sadam Bugis, dan menganggap bisa di selesaikan secara tatap muka antara KNPI dan Gubernur Maluku.

“Bagi kami ini hal teknis saja, Gubernur Maluku sementara sedang fokus bekerja, mengingat umur jabatan beliau belum sampai pada 1 tahun, tetapi yang disampaikan teman kami (sadam bugis) hanyalah kritikan yang memang pak Hendrik bisa menjelaskan, semua ini kan antua pung masyarakat.” Jelasnya

Namsa yang membidangi Penanggulangan Terorisme, Radikalisme dan Separatisme di wadah organisasi itu menyayangkan ada tindakan berlebihan dari beberapa pihak yang mencoba mendesain ranah ini seolah memprovokasi dan mengganggu kinerja Hendrik Lewerissa selaku Gubernur Maluku.

Menurutnya—adanya unsur separatisme dapat meliputi dengan keinginan untuk memisahkan diri, baik itu negara, wilayah, atau kelompok, yang didorong oleh berbagai faktor seperti perbedaan ideologi, agama, etnis, ekonomi, atau ketidakpuasan terhadap pemerintahan.

“Unsur-unsurnya sudah jelas, tadi kan sudah dijelaskan, apakah Gubernur Maluku dalam hal ini bapak Hendrik memenuhinya atau tidak? Tinggal pak gub panggil yang bersangkutan, nanti saling menjelaskan, biar kelar dan seng ada dorong-mendorong hingga ke ranah hukum seperti beberapa orang yang memaksakan kondisi ini terlihat tegang.” Terangnya.

Sadam Bugis yang juga merupakan fungsionaris KNPI Maluku itu menurut Namsa belum ada komunikasi lebih lanjut terkait polemik yang terus di perbincangkan, mengingat hal ini kurang lebih sudah setengah tahun tanpa konfirmasi dan kejelasan dari orang nomor 1 di tanah Maluku itu.

“Beta sudah komunikasi dengan sadam, hal ini sebenarnya harus ada klarifikasi dari pihak Gubernur, tetapi hingga saat ini belum ada komunikasi bersama pihak-pihak yang terkait dalam hal ini pak Hendrik, biar klear untuk masyarakat semua tau, biar bagaimanapun antua katong pung gubernur, justru itu kawan kami (sadam bugis) memberikan perhatian.” Mustova dalam keterangannya.

Di ketahui sadam bugis mempertanyakan adanya indikasi terhadap kriminalisasi Aktivis—mengingat Gubernur Maluku menginginkan keterbukaan atas ruang-ruang kritik dari masyarakat, ia pun meminta untuk Polda Maluku telusuri dan memeriksa Hendrik Lewerissa soal isu Makar itu.

KNPI yang di pimpin Arman Kalean Lessy ini, ingin menjadikan wadah kepemudaan tersebut ‘tidak bertuan’ sehingga adanya tekanan dari pihak manapun mereka akan melawan—hingga berita ini di rilis, belum ada pernyataan resmi dari Hendrik Lewerissa.

Tentang Penulis: Admin

Gambar Gravatar
Jurnalis Rasional.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.