Minimnya Fasilitas Keamanan di Malra, Penanganan Konflik Lemah?

oleh -1286 Dilihat
oleh

Maluku Tenggara (Malra) kembali diwarnai konflik antar kelompok pemuda yang terjadi di depan halaman landmark, menyebabkan situasi daerah menjadi tidak kondusif. Peristiwa ini menyoroti lemahnya penanganan keamanan di Malra, yang diduga dipengaruhi oleh minimnya fasilitas bagi aparat kepolisian.

Beberapa pihak menilai kurangnya fasilitas keamanan menjadi faktor utama dalam lambatnya respons terhadap konflik yang kerap terjadi di wilayah ini. Salah satu persoalan yang mencuat adalah tidak tersedianya rumah dinas (Rumdis) bagi anggota kepolisian setempat, berbeda dengan Kejaksaan Negeri yang telah membangun kantor dan rumah dinas untuk pegawainya.

Masyarakat pun turut angkat bicara mengenai kondisi ini. Bosko J, seorang warga Malra, mengungkapkan kegelisahannya terhadap situasi keamanan di daerah tersebut. “Bagi kami masyarakat, ini adalah persoalan yang rumit. Kita selalu menuntut polisi harus cepat tanggap, tetapi kondisi mereka juga harus diperhatikan. Fasilitas yang memadai sangat dibutuhkan agar anggota kepolisian dapat fokus dalam tugas pengamanan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas bagi aparat keamanan, khususnya di lokasi-lokasi rawan konflik seperti landmark Malra. “Seharusnya pihak keamanan memiliki fasilitas tempat tinggal yang memadai, terutama di daerah yang sering terjadi bentrokan,” tambahnya dengan nada kecewa.

Kurangnya fasilitas bagi aparat kepolisian juga dinilai menghambat mobilisasi dan efektivitas kerja mereka dalam menangani konflik. “Lambatnya penanganan konflik juga disebabkan karena tidak terpusatnya anggota di satu barak. Banyak anggota yang masih menumpang di rumah warga, sehingga saat terjadi insiden, respons menjadi lebih lama. Minimnya fasilitas membuat kinerja anggota kepolisian Malra tidak maksimal,” lanjutnya.

Masyarakat berharap Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan anggota Polres Malra. Penyediaan fasilitas yang memadai, termasuk rumah dinas dan sarana pendukung lainnya, dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan respons keamanan di wilayah tersebut.[mn]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.