Ronaldo Effect Guncang Piala Dunia 2026, FIFA Hadapi Penurunan Minat Penonton

oleh -50 Dilihat
oleh

ATLANTA – Tersingkirnya Portugal dari Piala Dunia 2026 tak hanya mengakhiri perjalanan Cristiano Ronaldo di panggung sepak bola terbesar dunia, tetapi juga memunculkan dampak ekonomi dan komersial yang mengejutkan. Hanya dalam hitungan hari setelah Portugal dikalahkan Spanyol 0-1 pada babak 16 besar, pasar tiket Piala Dunia mengalami penurunan drastis yang oleh sejumlah media internasional dijuluki sebagai “Ronaldo Effect”.

Cristiano Ronaldo, yang menjalani Piala Dunia terakhir dalam kariernya, selama ini menjadi magnet utama turnamen. Kehadirannya bukan hanya menarik jutaan pasang mata di stadion maupun layar televisi, tetapi juga menjadi penggerak industri pariwisata, sponsor, hingga pasar penjualan tiket.

Namun ketika peluit panjang di AT&T Stadium, Dallas, memastikan Portugal tersingkir, atmosfer Piala Dunia seakan berubah. Antusiasme yang sebelumnya begitu tinggi perlahan meredup.

Data dari platform penjualan tiket sekunder TickPick menunjukkan harga tiket pertandingan perempat final Spanyol melawan Belgia di kawasan Los Angeles turun drastis dari sekitar USD 2.950 menjadi hanya sekitar USD 1.200, atau merosot hampir 60 persen dalam waktu singkat. Sementara itu, SeatPick mencatat harga rata-rata tiket babak perempat final turun lebih dari 50 persen dalam tiga hari terakhir seiring meningkatnya jumlah tiket yang kembali dijual di pasar sekunder. Fenomena tersebut menunjukkan menurunnya permintaan penonton setelah Portugal dan tuan rumah Amerika Serikat tersingkir dari turnamen.

Media bisnis internasional seperti Forbes menilai absennya Cristiano Ronaldo menghilangkan salah satu daya tarik terbesar Piala Dunia. Banyak pihak sebelumnya memprediksi pertandingan perempat final akan jauh lebih bernilai apabila Portugal berhasil melaju, terlebih terdapat peluang terciptanya laga besar yang melibatkan Portugal dan Amerika Serikat. Ketika dua magnet utama tersebut sama-sama gugur, nilai komersial sejumlah pertandingan otomatis mengalami penurunan signifikan.

Fenomena tersebut juga terlihat dari reaksi para pendukung Portugal di berbagai negara. Di media sosial, ribuan penggemar menyampaikan bahwa mereka kehilangan minat untuk mengikuti sisa turnamen setelah Cristiano Ronaldo mengakhiri perjalanan terakhirnya di Piala Dunia. Bagi banyak pendukung setia, kompetisi terasa kehilangan sosok yang selama dua dekade menjadi ikon utama sepak bola dunia.

Media internasional menyebut kondisi ini sebagai bukti nyata besarnya pengaruh seorang Cristiano Ronaldo terhadap industri sepak bola global. Kehadiran sang megabintang selama ini tidak hanya menghadirkan nilai sportivitas di atas lapangan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap tingginya nilai ekonomi sebuah pertandingan, mulai dari penjualan tiket, hak siar televisi, hingga aktivitas sponsor.

Meski demikian, laporan-laporan tersebut juga menegaskan bahwa penurunan minat tidak hanya dipengaruhi oleh tersingkirnya Portugal. Gugurnya Amerika Serikat sebagai salah satu negara tuan rumah turut mengurangi permintaan pasar domestik. Akan tetapi, sejumlah analis menilai hilangnya Cristiano Ronaldo dari turnamen menjadi faktor yang paling terasa di tingkat global karena statusnya sebagai salah satu ikon olahraga paling populer sepanjang sejarah sepak bola.

Fenomena ini sekali lagi membuktikan bahwa Cristiano Ronaldo bukan sekadar seorang pesepak bola. Ia adalah sebuah merek global yang mampu menggerakkan jutaan penonton dan memengaruhi nilai ekonomi kompetisi. Ketika sang legenda meninggalkan panggung Piala Dunia untuk terakhir kalinya, bukan hanya Portugal yang kehilangan pemimpinnya, tetapi turnamen terbesar dunia itu juga kehilangan salah satu magnet terbesarnya.

Tentang Penulis: Admin

Gambar Gravatar
Jurnalis Rasional.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.