Anggota DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo, meminta Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) agar bertindak cepat dan responsif dalam menyerap gabah hasil panen petani di wilayah Maluku Tengah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga gabah sekaligus melindungi pendapatan petani di masa panen.
Menurut Wajo, penyerapan gabah oleh Bulog harus dilakukan secara optimal sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang menugaskan Bulog sebagai instrumen stabilisasi pangan nasional. Keterlambatan penyerapan dikhawatirkan dapat memicu anjloknya harga gabah di tingkat petani serta menimbulkan kerugian ekonomi bagi pelaku usaha tani.
Ia menegaskan bahwa Bulog perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas pertanian, kelompok tani, serta pelaku penggilingan padi agar mekanisme penyerapan berjalan efektif dan tepat sasaran. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar gabah petani dapat terserap sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan.
“Penyerapan gabah yang cepat dan tepat bukan hanya persoalan administrasi, tetapi menyangkut keberlangsungan ekonomi petani dan ketahanan pangan daerah,” ujar Wajo.
Dorongan tersebut juga sejalan dengan tantangan distribusi dan pemasaran hasil panen yang masih dihadapi petani di sejumlah wilayah, khususnya pada daerah dengan keterbatasan akses dan infrastruktur. Peran aktif Bulog diharapkan mampu mencegah praktik spekulasi harga serta memastikan hasil panen petani tidak terbuang atau dijual di bawah harga wajar.
Secara nasional, Bulog memiliki mandat strategis dalam menyerap gabah dan beras dari petani guna memperkuat cadangan pangan pemerintah dan menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen maupun konsumen. Implementasi kebijakan ini di daerah dinilai perlu didukung dengan pendekatan lapangan yang lebih proaktif dan berkelanjutan.








