Harapan Warga dan Kenyataan Pembangunan di Maluku Tenggara

oleh -95 Dilihat
oleh

Kabupaten Maluku Tenggara terus mengupayakan percepatan pembangunan di berbagai sektor strategis. Sejumlah kemajuan mulai terlihat, khususnya pada sektor perikanan dan pariwisata berbasis digital. Namun di sisi lain, masih terdapat persoalan struktural yang menyebabkan laju pembangunan belum sepenuhnya merata dan berkelanjutan.

Kemajuan di Beberapa Sektor

Penguatan sektor perikanan dan UMKM nelayan
Sektor perikanan tetap menjadi tulang punggung ekonomi Maluku Tenggara. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah mendorong pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan sebagai upaya memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat pesisir. Melalui pembinaan dan fasilitasi, KUB diharapkan mampu membuka akses permodalan, meningkatkan standar produksi, serta memperluas jejaring pemasaran hasil laut.

Pariwisata berbasis digital mulai dikembangkan
Upaya pengembangan desa wisata berbasis digital di sejumlah wilayah menjadi langkah inovatif untuk menghubungkan potensi lokal dengan pasar yang lebih luas. Peningkatan akses internet di beberapa desa wisata serta promosi digital dinilai mampu menjadi pintu masuk bagi penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan.

Kemunduran dan Tantangan yang Masih Dihadapi

Infrastruktur dan konektivitas belum merata
Sebagai daerah kepulauan, Maluku Tenggara masih menghadapi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur transportasi dan konektivitas digital. Akses jalan, pelabuhan, serta transportasi antar-pulau belum sepenuhnya memadai, berdampak langsung pada tingginya biaya logistik dan terbatasnya arus barang dan jasa.

Kondisi ini juga dirasakan langsung oleh warga :
“Kalau mau antar hasil ikan ke kota, kadang kapal susah, ongkos mahal. Katong di pulau-pulau ini masih rasa jauh dari pusat,” ujar Risman (42), nelayan asal Kei Kecil.

Ketergantungan pada sektor primer
Struktur ekonomi Maluku Tenggara masih sangat bergantung pada sektor perikanan tangkap dan sumber daya alam primer. Sektor hilirisasi, industri pengolahan, serta manufaktur bernilai tambah belum berkembang optimal, sehingga kontribusinya terhadap PDRB masih terbatas.

Kualitas SDM dan layanan publik
Persoalan kualitas sumber daya manusia, tingkat pendidikan, layanan kesehatan, serta kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Angka stunting dan keterbatasan akses layanan dasar di wilayah terpencil menunjukkan bahwa pembangunan sosial belum sepenuhnya sejalan dengan pembangunan ekonomi.

Hal ini juga dirasakan masyarakat perkotaan :
“Kalau di Langgur memang ada perubahan, tapi kalau sudah ke desa-desa jauh, masih banyak yang rasa belum tersentuh. Anak sekolah, puskesmas, itu masih kurang,” ungkap Marta (35), warga Kecamatan Kei Kecil Barat.

Tata kelola dan inovasi daerah
Masalah birokrasi, kapasitas perencanaan, serta rendahnya inovasi daerah turut memperlambat efektivitas program pembangunan. Reformasi birokrasi yang belum optimal berdampak pada lambannya realisasi program serta kurang responsifnya kebijakan terhadap kebutuhan lokal.

Analisis

Secara umum, Maluku Tenggara berada pada fase transisi pembangunan. Di satu sisi, terdapat langkah-langkah maju yang terukur melalui penguatan kelembagaan nelayan dan digitalisasi pariwisata. Di sisi lain, hambatan struktural seperti infrastruktur, kualitas SDM, dan ketergantungan pada sektor primer masih menahan percepatan pembangunan.

Kesenjangan antara potensi dan realisasi menjadi isu utama. Dengan sumber daya laut yang besar, kekayaan budaya, serta posisi strategis di kawasan timur Indonesia, Maluku Tenggara memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih cepat. Namun, tanpa diversifikasi ekonomi, penguatan hilirisasi, serta perbaikan iklim investasi dan tata kelola, potensi tersebut berisiko tetap menjadi wacana.

Kesimpulan

Kabupaten Maluku Tenggara menunjukkan arah pembangunan yang positif, khususnya pada sektor perikanan dan inisiatif ekonomi digital. Namun, keterbatasan infrastruktur, kualitas SDM, ketimpangan wilayah, dan lemahnya reformasi birokrasi masih menjadi tantangan serius.

Ke depan, percepatan pembangunan membutuhkan sinergi lintas sektor, fokus pada diversifikasi ekonomi, serta investasi berkelanjutan yang benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar. Tanpa itu, Maluku Tenggara akan terus berada di antara harapan besar dan realisasi yang berjalan lambat.

Tentang Penulis: Admin

Gambar Gravatar
Jurnalis Rasional.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.